<$BlogRSDUrl$>
*)Unser Zuhause

Bila Emas Ngga Sekolah

Donnerstag, Juli 29, 2004

Ummi cerita:
fighting Emas yusuf ngga masuk TK. Memang kemarin malam emas agak ngga enak badan, tapi pagi ini sudah sehat sepertinya. Tapi tetap saja umminya menanyakan dulu apakah ia ingin pergi ke TK hari ini atau tidak. "Ngga mi..yusuf mau di rumah saja dulu. Besok baru yusuf ke TK lagi" kata emas pada umminya. Ya ngga apa juga sih kalo emas memilih di rumah. Mumpung masih bisa bolos , karena bila sudah SD, untuk bolos agak susah bila tidak alasan yang jelas. Bahkan untuk sakitpun tidak cukup surat dari orang tua (seperti yang di alami umminya dulu pas zaman SD), tapi harus surat dokter!. Karenanya ummipun setuju saja bila di hari ini ia di rumah. Hitung hitung juga untuk recovery tubuhnya dari ngga enak badan kemarin. Maka ngga lama kemudian ummipun memberitahukan bu guru Anja bahwa emas ngga masuk hari ini. Titik.

Bila emas yusuf pagi hari ada di rumah, itu berarti ada bantuan sedikit dalam urusan pengawasan ke mas yahya dan dek iie :). Sehingga bila semua kebutuhan pasukan pasukan kecil ini sudah terpenuhi, biasanya umminya bisa konsentrasi ke pekerjaan tertentu yang ngga biasa dilakukan , semisal masak masakan tambahan yang spesial. Walhasil atas jasa penjagaan emas ke mas dan dek iie, ummi bisa bikin mie bakso lengkap dengan bakso buatan sendiri serta pernik perniknya sebagai makanan cemilan di malam hari. Hitung hitung sebagai penganan pendamping dari menu cumi hitam dan tempe yang telah dibuat :).

Kalau emas yusuf ada di rumah, dan emas lagi menjadi anak yang berprilaku "manis", itu juga berarti mas yahya akan lebih mudah diatur. Ngga lain karena ia akan melakukan apapun yang emasnya perbuat. Bila biasanya mas sulit untuk diam ketika sholat bersama (karena ngga betah berada di satu tempat), maka ia akan dengan senang hati berada di barisan shof makmum kalau emasnya juga sudah berdiri lengkap dengan sarung dan sajadahnya. Bila biasanya mas sulit diminta untuk tertib dalam merapihkan main mainannya, maka ia akan senang hati meletakkan semua mainan yang ia gunakan di tempatnya masing masing. Namun ya itu, dengan syarat emasnya melakukan pekerjaan serupa. Dan alhamdulillah, hal tersebut dapat di hari ini terlaksana :).

Bila emasnya ada di rumah, juga artinya rumah makin ramai. Mas yahya yang biasanya agak anteng selama emasnya ada di TK, akan berubah menjadi makhluk ngga bisa diam yang akan lari ke sana kemari. Begitu juga dek iie. Ia akan selalu membuntuti kemanapun emasnya pergi. Bila emas ke kamar ummi, satu serdadu kecil akan berlari menyusulnya dan satu serdaduwati (hehehe apaanya ya bahasa yang benarnya) dengan bersegera merangkak cepat menuju tempat di mana emasnya berada.

Tak akan menyita banyak energi bila emasnya bisa bertahan berprilaku "manis"di sepanjang hari. Namun mengharapkan hal demikian, bagaikan mengharapkan bintang jatuh dari langit ke tangan :). Ngga lain karena emas juga masih anak kecil yang juga terisi dari keisengan dan kenakalan :). Dan bila keisengannya timbul, ummi ngga bisa banyak berharap dapat mendapatkan kondisi rumah yang tenang, rapih dan aman (hehehehehe maksudnya terhindar dari segala macam tindak keisengan). Karena bila emas iseng, maka mas yahya ikutan iseng dan dek iie ikut ikutan iseng. Sulitnya dari iseng mengisengi ini kadang muncul nangis, berantem (dan tindak sejenisnya) di antara mereka karena merasa sebagai pihak yang "teraniaya" :). Akhirnya, rumah jadi ramaaiii, dan ummi harus turun tangan menangani persengketaan yang ada :). Setelah masalah selesai, maka mereka bisa bermain bersama seolah olah tidak pernah ada tindak "persengkataan", namun ya kadang beberapa jam kemudian, skenario yang sama dapat kembali terjadi. Dan sikluspun kembali terulang lagi :).

Alhasil, waktu libur yang sebenarnya ummi tujukan agar emas bisa beristirahat jadi tak bisa terlaksana. Tak lain karena mas dan dek iie selalu mengerubungi emasnya. Hmm...hari ini sepertinya emas lebih banyak isengnya dibandingkan manisnya, sehingga bisa dibayangkan keramaian macam apa yang terjadi :D. Alhamdulillah di sela keributan yang timbul, suasana rumah akan menjadi relatif sunyi pada jam jam yang ditentukan sebagai Ruhezeit oleh Verwaltung. Walau tentu kadang ada deviasi sedikit pada saat saat tertentu. Maklum mereka masih anak anak dan kadang sulit diperkirakan tingkat kepatuhannya :D. Dan alhamdulillah, di sela keributan keributan ini, ummi tetap dapat menyempatkan diri menuliskan cerita harian ini sebagai bukti cinta ummi pada mein Emas, mein Mas und meine Dek Iie. Ich liebe euch so sehr. Semoga bila kalian sudah besar, kalian dapat senang membacanya ya *kuss anak anak ummi ayah*.