Haraamm Halaaall
Donnerstag, Juli 22, 2004
(Setting: Emas Yusuf dan mas yahya sedang melihat bersama brosur tawaran dari beberapa supermarkt lokal; ummi sedang baca buku)
- Yusuf : xbcnhlkuietriro...
- Yahya : mkjnkloonnfgrtzu.....
- Yusuf : nein de..das ist haraam!
- Yahya : doch! halaal
- Yusuf : bestimmt (=pasti) haraaaammmmm
- Yahya : nein halaaaalll (kesel dan mau nangis)
- Yusuf : (marah dan kesel juga) ummiii..ini dede ngga mau dikasih tau yusuf..
- Ummi : (menghampiri) memang kenapa mas yusuf..
- Yusuf : ini mi (sambil menunjuk iklan ayam utuh segar)..ini kan haram wie diese wein, bier oder schwein.
- Ummi : hmmm..ya tergantung mas isaaf, kalo ayam ini dipotong dengan aturan islam, ya ngga jadi haram. tapi kalo ngga, ya jadi haram. Tapi karena ngga ada keterangan, lebih baik ngga usah beli. Beli di toko langganan kita aja.
- Yusuf : haram lagi mi. Itu pasti ada E vier sieben eins-nya (E 471*). Di toko itu kan semua barangnya banyak yang ada E vier sieben eins-nya. Ich bin sicher, dass man auch in diesem ayam finden kann (=aku yakin pasti juga ada E 471 di ayam itu).
- Ummi : (mikir, bingung dan pengen ketawa)?!?
Hehehehehe..harus lebih banyak mencari ilmu bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan anak 6 tahun yang sudah mulai menyukai pembuatan rumus sebab akibat a la dirinya sendiri :)..makasih nak, membuat ummi terpacu untuk belajar dan belajar...(wah harus banyak berguru ini ama mbak hani, mbak rieke, mbak ibah plus mbak mbak senior lainnya:)).
*E 471 adalah Emulgator Mono- und Diglyceride von Speisefettsäuren yang dapat berasal dari babi ataupun sapi. Biasanya digunakan sebagai pengemulgasi di produk produk roti-rotian, coklat, makanan bayi, bubuk coklat, bubuk susu, beberapa produk mie etc di negara ini. Karena harga produk babi cukup murah, umumnya produsen menggunakannya sebagai bahan untuk pembuatan emulgasi dengan nomor ini.
*)Unser Zuhause




